Kebahagiaan Hanya Nyata Ketika Berbagi


Menjelang detik-detik kematiannya, Christopher Johnson McCandless menulis sebuah kalimat “Happiness only real when shared” di dalam sebuah bus ajaib yang ia temukan di Alaska Padang Gurun dalam sebuah liburan abadi yang sangat bermakna.

Chris seorang pemuda idealis, anti kemapanan yang memiliki cara pandang sendiri atas dunianya, ia menukar kemapanannya dalam perjalanan yang penuh lika liku dan panjang di alam liar untuk mencari kebahagiaan, selama 2 tahun.

Diakhir perjalanan dan kesendiriannya di Alaska, Chris mengalami pencerahan yang kemudian mengubah cara pandang terhadap dunianya, saat resah dan jenuh dengan kesendiran dan ingin kembali hidup normal, namun sayang keinginannya tidak pernah terwujud sampai ia meninggal keracunan saat memakan tanaman Hedysarum Mackenzii yang racunnya dapat menyebabkan kematian.

Kebahagiaan, sebuah kata yang di dambakan setiap orang di dunia ini, beragam cara dan upaya serta beragam sudut pandang orang memaknainya. Setiap orang akan mencari kebahagiaannya dengan sudut pandangnya sendiri, namun disaat kebahagiaan sudah dianggap tidak membahagiakan, ternyata kebahagiaan yang ditemukan hanyalah semu dan sesaat.

Kebahagiaan abadi adalah saat kita mampu berbagi kebahagiaan dengan orang lain, seperti membagi sebuah cerita melalui sebuah tulisan dan yang tak sangat penting, tidak lupa bersyukur atas kehidupan yang telah dijalankan.

Ada sebuah dongeng lama, dimana seorang yang kaya harta ingin merasakan makanan yang sangat nikmat, ia iri dengan orang miskin, karena setiap makanan yang disantap selalu habis dan sangat dinikmati oleh orang miskin yang ia lihat walaupun makanan yang dimakan hanya makanan sederhana.

Segala makanan telah ia coba makan, makanan terenak dari negeri tetangga telah ia pesan, namun ia belum juga menikmatinya, makanan yang ia makan selalu meninggalkan sisa. Pencarian makanan ternikmatpun terus ia lakukan, hingga hartanya habis terjual dan ia menjadi orang yang miskin.

Saat ia telah menjadi orang miskin, dia tidak mampu lagi membeli makanan, dengan kondisi kelaparan ia mencoba meminta makanan kepada orang miskin yang dia iri sebelumnya, saat ia menyantap makan tersebut, ia merasakan nikmat sekali seperti yang ia cari selama ini, akhirnya dia mengetahui bahwa makanan apapun sangat nikmat bila disantap saat lapar.

Dari ceritera diatas dapat kita ambil hikmahnya, bahwa dalam menyelami kehidupan yang harus perlu kita perhatikan adalah saling berbagi dengan sesama, saling memaafkan dan saling mencintai antar sesama manusia kemudian kita bersyukur dengan apa yang dimiliki. sehingga kita dapat merasakan cahaya Tuhan yang terus menyinari kita.

Tulisan ini sudah saya muat di kompasiana dengan link sbb:

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/07/29/kebahagiaan-hanya-nyata-ketika-berbagi–577463.html

Tidak Ada Lagi yang Bercita-cita Menjadi Petani


Bila ditanya kepada anak-anak atau pemuda yang sedang duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi tentang cita-citanya kelak, hampir dipastikan tidak ada satupun yang mengatakan ingin bercita-cita menjadi petani, kebanyakan jawaban yang keluar dari mereka adalah  bercita-cita menjadi dokter, pilot, guru, penulis dan lain sebagainya.

Cita-cita menjadi petani jarang tercetus dalam menjelaskan keinginan atau harapan seseorang dalam bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya kelak. Serendah itukah menjadi petani, padahal untuk memenuhi kebutuhan hidup bersumber dari hasil pertanian petani agar kebutuhan hidup terus tersalurkan. Bila demikian,  menjadi petani adalah pekerjaan yang mulia karena dapat memenuhi kebutuhan dasar orang banyak.

Namun saat ini pekerjaan sebagai petani hanya menjadi pilihan terakhir, saat tidak ada pekerjaan yang diperoleh oleh job seeker, profesi petani dengan akan diamini sementara oleh pencari kerja, realita ini muncul karena stigma terhadap profesi petani hanya dilakukan orang yang oleh orang yang telah tua atau berumur masih melekat.

Memburuknya pandangan terhadap profesi sebagai petani tercipta oleh masyarakat itu sendiri, sebuah kasus nyata dimana seorang anak yang mengatakan ingin menjadi petani saat ditanya sang guru, harus  menangis karena menjadi bahan olokan teman-teman sekelasnya dan seorang Sarjana yang kembali ke Desa harus sabar saat menerima celotehan yang mengiris hati seperti ungkapan “buat apa sekolah tinggi bila akhirnya menjadi petani”, sebuah ungkapan penggambaran pandangan masyarakat terhadap profesi petani yang masih dianggap tidak membutuhkan pengetahuan dalam bertani.

Rendahnya minat anak-anak dan pemuda bercita-cita menjadi petani dipengaruhi oleh pandangan terhadap petani yang selalu hidup pas-pasan dan kesejahteraan petani di Indonesia tidak membaik dan profesi sebagai petani dianggap belum menjanjikan. selain itu, profesi petani selalu dikonotasikan sebagai suatu profesi yang tidak membutuhkan pendidikan,

Sebuah cita-cita atau angan-angan masa depan yang terbaik adalah masing-masing individu, namun sangat menyedihkan bila suatu saat tidak ada lagi petani di Indonesia dan tidak dapat dibayangkan bahwa luas daratan Indonesia tidak mampu memenuhi kehidupan hidup penghuninya, tidak salah bila impor beras dan sapi akan terus terjadi sampai kapanpun.

tulisan ini pernah saya ditulis di blog kompasiana dengan link : http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/07/24/tidak-ada-lagi-yang-bercita-cita-menjadi-petani-383248.html

ARTI INDON BAGI MALAYSIA


Panasnya hubungan Indonesia dan Malaysia di segala aspek, seperti olahraga, perbatasan negara, pengklaim budaya dan yang teranyar penghinaan terhadaap mantan Presiden RI, Bapak B.J Habibie sangat mempengaruhi  panas di dunia maya, di dunia maya sangat mudah menemukan kata Indon, Malingsia dalam sebuah forum, group, fanpage di jejaring sosial.

“Indon” terdengar aneh dan risih saat kata itu diucap kemudian kita dengar, apalagi  yang menyebut Indonesia “Indon” hanya orang Malaysia saja, tak ayal  kata balasan untuk menyerang dalam kata terbentuk pula, seperti Malingsia atau Malon yang bertaburan.

Saya sendiri tidak suka mendengar kata “Indon” untuk menyebut orang Indonesia, karena tidak ada sedikitpun dalam kamus kita tertulis kata Indon. Setiap mendengar kata Indon dalam sebuah komentar oleh orang Malaysia saya jadi tersinggung mungkin juga hal itu dialami oleh orang Indonesia yang lain, walau pejabat malaysia dan media tidak lagi menggunakan kata “Indon” dan menjelaskan bahwa “Indon” hanya singkatan dari Indonesia namun di tingkatan yang lain kata itu masih tetap digunakan.

Boleh jadi bagi malaysia kata Indon hanya singkatan untuk mempermudah menyebut Indonesia, karena tabi’at orang melayu suka menyingkat kata, lalu menyebut Indonesia dengan Indon. Namun kata Indon dapat diplesetkan menjadi “Indun”, karena ada sedikit kemiripan dalam pengucapan antara kata Indon dan Indun, maka makna Indon bisa dibiaskan menjadi Indun.

Kata “Indun” sendiri menurut asumsi saya adalah pembantu atau pelayan perempuan, kata Indun mungkin bukan bahasa resmi di Malaysia, saya sudah mencari di google namun tidak ditemukan arti kata ini, hanya menemukan kata umpatan atau makian dari seorang facebooker Malaysia saat menunjukkan kebenciannya pada Indonesia.  Kata Indun ini saya pernah mendengarnya, asumsi saya ini berasal dari pengamatan saya sebagai orang yang berdarah Melayu Jambi, yang menurut beberapa catatan sejarah kata melayu diambil dari kerajaan melayu yang ada disini.

Jadi penyebutan atau penulisan kata Indon untuk Indonesia bisa jadi hanya penyingkatan saja seperti yang digunakan oleh media malaysia sebelum ada larangan dari menteri komunikasi mereka, namun hal itu bisa diplesetkan oleh orang Malaysia tidak menyukai Indonesia.

Tulisan ini pernah saya tulis di blog keroyokan Kompasiana dengan link :

http://bahasa.kompasiana.com/2011/11/20/arti-indon-bagi-malaysia-414486.html

Teknik Relaksasi Melalui Menulis


Relaksasi merupakan teknik yang dapat digunakan semua orang untuk menciptakan perasaan tenang dalam batin dan diri seseorang untuk membentuk pribadi yang baik, dan relaksasi merupakan bentuk terapi perilaku untuk mengendurkan teganggan, pertama-tama jasmaniah, yang pada akhirnya mengakibatkan mengendurnya keteganggan jiwa.

Secara umum relaksasi dilakukan dengan secara fisik seperti mengatur aktivitas pernafasan atau bersifat otot, namun relaksasi dapat dilakukan dengan cara menulis, hubungan antara teknik relaksasi dengan menulis dapat dilakukan karena relaksasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik kesadaran indera.

Secara teori teknik ini menggunakan pertanyaan untuk dijawab oleh individu untuk tidak dijawab secara lisan, teknik ini dapat dikaitkan dengan kegiatan menulis yang membutuhkan pikiran dan ide yang ada didalam otak masing-masing individu. Berdasarkan pengalaman pribadi teknik relaksasi melalui menulis dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Berburu Pertanyaan

Pertanyaan yang dicari bukan suatu pertanyaan yang berkaitan dengan emosi atau perasaan yang sedang dirasakan, tetapi sebuah pertanyaan yang berbeda dari permasalahan atau emosi individu, seperti pertanyaan yang tertera di dalam buku yang terbentang luas (alam), menganalisa sebuah berita atau pertanyaan yang didapat dari hasil suatu diskusi. Pertanyaan yang muncul segera dipilah untuk segera dicari sebuah jawabannya, pilihlah pertanyaan yang memiliki sebuah jawaban yang dapat membantu dalam pembangunan jiwa.

2. Memutuskan Jawaban

Jawaban dari pertanyaan yang muncul hendaknya berasal dari suatu analisa, analisa dilakukan setelah mencari referensi yang mendukung dan menentang suatu jawaban dari pertanyaan yang dibuat. Mencari referensi dengan membaca sebuah buku atau tulisan yang diposting di internet, sehingga terbentuk sebuah jawaban yang dapat dipertahankan dan diyakini akan kebenarannya di dalam hati.

3. Mengikutkan Emosi

Aktualisasikan emosi positif dalam membuat tulisan, menulis dengan penuh perasaan positif terhadap analisa dari pertanyaan dan jawaban yang telah ada. Emosi positif adalah akar dari pikiran positif yang akan membuat sebuah perasaan senang dan membangkitkan perasaan cinta dan kasih sayang terhadap sesama, sehingga dapat membuang perasaan sedih, takut serta cemas dan dapat membangkitkan perasaan tenang dalam batin.

4. Segera Berdoa

Sebuah doa merupakan sebuah wujud syukur kita terhadap Tuhan yang telah memberikan kekuatan kepada akal untuk terus berpikir dan karena berhasil memanfaatkan akal untuk kegiatan positif seperti menulis, selain itu doa dapat mengingatkan akan kelemahan kita sebagai manusia yang terus di hinggapi perasaan yang kadangkala negatif.

Itulah tips merelaksasi diri melalui melalui sebuah kegiatan menulis yang pernah saya lakukan, sehingga dapat mengurangi keresahan, kecemasan dan ketakutan yang saya alami dengan tujuan untuk mengatur emosi agar tetap stabil melalui sebuah tulisan, walau kadang tulisan saya kurang berbobot namun dengan membuat sebuah tulisan adalah teknik tersendiri untuk merelaksasikan diri.

Ruginya Telat Menikah


Berapa orang anaknya sekarang? pertanyaan seperti ini sangat sering aku dengar dari teman-teman yang lama yang jarang bertemu, malu? jujur malu sedikit, terus kalau mengaku sudah punya anak, nggak mungkinlah, lambat laun akan ketahuan bohongnya walau secara fisik sudah mendukung untuk memiliki dua orang anak.

Persoalan lain yang lebih pelik yaitu sulitnya mencari pasangan yang jarak umurnya tidak terlalu jauh, bila terlalu jauh nanti dibilang om-om memacari ABG, seperti nasib temanku yang harus makan hati mendengar celoteh seperti itu, dan yang lebih makan hati itu istrinya yang digosipin temannya menikah sama om-om.

Kurangnya rasa percaya diri yang kumiliki membuat semakin sulit untuk mendapatkan pasangan apalagi tidak ada sesuatu yang dimiliki yang dapat mendongkrak rasa percaya diri, seperti alat transportasi yang mumpuni untuk memikat gadis zaman sekarang.

Perbedaan zaman ternyata membuat perbedaan sudut pandang dalam menapaki masa depan, betapa sulitnya seorang pemuda yang memiliki masa remaja pada tahun 1990-an untuk memahami perempuan yang tumbuh pada masa remaja jaman internet telah menjamur, perbedaan seperti ini sangat sulit untuk terjadi akulturasi.  Hal ini juga yang membuat gagal rencana pernikahanku dengan seseorang karena perbedaan umur yang sangat mencolok.

Inilah resiko telat menikah, bila beberapa tahun yang lalu bebas memilih dan menyeleksi sesuai keinginan, dengan kata lain bila ada yang suka lalu dalam hati  berkata ‘Kamu siapa?”, namun saat ini dalam hati sering terucap “Siapa sajalah”. Bila seperti ini penyesalan baru terasa, mengapa tidak menikah cepat-cepat disaat ada yang suka.

Jatuh dari Pucuk Jambi itu Enak


Jatuh dari pucuk Jambi itu enak, kalau jatuh dari pucuk Palembang bisa mati. Ungkapan ini merupakan sebuah ungkapan kiasan untuk menyebut sebuah lokalisasi prostitusi yang legal di Jambi yang dikenal dengan sebutan “Pucuk”.

1325782208993438352
Kawasan Pucuk/foto : jambiekspress.blogspot.com

Entah bagaimana nama pucuk  dilekatkan untuk lokalisasi yang memiliki nama asli  Payo Sigadung, apakah untuk menggambarkan lokasi ini  berada di bebukitan atau mencomot dari motto Provinsi  Jambi “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”, mungkin juga tidak keduanya. Saya tidak berharap nama pucuk berasal dari kemungkinan yang kedua.

Nama Pucuk tetap menjadi icon prostitusi di Jambi, sejak  berdiri lebih kurang 40 tahun yang lalu, hampir seluruh penduduk Jambi mengetahui pucuk sebagai prostitusi, sehingga hal yang wajar saat ada suksesi pemilihan Gubernur maupun Walkota isu penutupan Pucuk  akan merebak yang pasti akan menimbulkan Pro dan Kontra.

Kelompok yang pro penutupan memiliki alasan bahwa lokasi ini sudah tidak strategis, karena sudah berada dalam kota sekaligus berdampingan dengan perkampungan masyarakat dan menginginkan Kota Jambi bebas prostitusi, namun kelompok yang kontra tidak ingin para PSK berkeliaran di tengah kota untuk mencari pelanggan di jalanan dan menginginkan agar lokalisasi ini di pindahkan ke luar kota.

Semua alasan tersebut rasional, pada awalnya letak lokalisasi ini adalah hutan yang jauh dari pemukiman masyarakat, namun seiring perjalanan waktu kawasan yang di dekat pucuk ini terus berkembang untuk tempat pemukiman masyarakat biasa seiring kemudian perkembangan kota semakin pesat, sehingga ada keinginan yang kuat dari masyarakat untuk memindahkan lokalisasi ini ke luar kota.

Dengan jumlah penghuni (PSK) lebih kurang 700 orang (Desember, 2010; jambimedical.blogspot.com) maka potensi suara untuk pemilihan kepala daerah tentunya menjadi perebutan para kandidat, maka jangan heran bila ada kandidat yang memiliki misi ingin memindahkan atau menutup lokalisasi ini  tidak akan mendapatkan suara, hal ini sudah terbukti pada pemilihan Gubernur Tahun 2010 yang lalu.

Ditutup atau tidak,  pucuk akan tetap menjadi leganda sebagai kawasan lokalisasi terbesar di Jambi yang merupakan kawasan wisata esek-esek yang cukup dikenal di Sumatera. Dirgahayu Provinsi Jambi,  6 Januari 2012, tetaplah berdiri  kokoh dengan Motto Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Puasanya Hewan Yang Bertutur


Terdapat perbedaan yang sangat tipis antara manusia dan hewan bila dilihat dari penggunaan pikiran sebagai formulasi penggambaran secara umum seperti yang terdefenisi dari syair bahasa arab dalam Kitab Ilmu Mantiq “Al-Insan Hayawan Natiq” yang memiliki arti Manusia adalah hewan yang bertutur.

Penggunaan hewan sebagai gambaran umum untuk mendefenisikan manusia dilandasi dengan kesamaan yang dimiliki hewan dan manusia dalam hal kepemilikan nafsu, sehingga tidak salah perintah pengekangan nafsu manusia melalui ritual puasa yang dapat diartikan sebagai upaya untuk mengenal serta melawan sifat hewan yang terkadang melekat dalam diri manusia seperti mendewakan hawa nafsu dan ambisi pribadi dalam menjalani kehidupan.

Makna dari “menahan” dalam berpuasa tidak hanya berarti sebagai menahan lapar dan dahaga serta menahan nafsu saja, menahan dapat diartikan sebagai upaya mengembalikan kesadaran manusia sebagai makhluk yang diberi pikiran untuk mendefenisikan diri sebagai makhluk yang kehadirannya diberikan kelebihan dibandingkan makhluk lain.

Pendefinisian diri dapat mengontrol pemikiran, sikap dan tindakan manusia dalam kerangka nilai yang universal dalam menyikapi realitas kehidupan dan lingkungan sosial budaya manusia karena manusia terlahir bukan sebagai hewan yang menggunakan insting untuk meniru dalam setiap tindakannya. Manusia harus belajar menjadi dirinya sendiri yang memiliki karakteristik dan merdeka dalam menentukan perannya.

Mengenal karakteristik diperlukan keseimbangan dalam menggunakan otak kanan dan kiri dalam membentuk suatu kesimpulan pendefisian diri, pendefinisian akan bermuara kepada keyakinan Tuhan sebagai pemegang tunggal kekuasaan kehidupan alam semesta melalui realitas yang diterima akal maupun yang mustahil diterima oleh akal manusia.

Dengan demikian muara dari puasa adalah upaya untuk mengenal diri sendiri dan semakin meyakinkan keberadaan sang pencipta melalui sebuah revolusi pikiran dan kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Wallahu’alam.[ucoef]

Mengapa Perempuan Indonesia Jadi “Pembunuh” di Arab Saudi ?


Akhir-akhir ini kita tersentak dengan pemberitaan yang mengusik hati nurani sebagai Bangsa Indonesia, yang katanya bangsa bermartabat. Sungguh ironi, saat Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO , menyetujui konvensi yang menetapkan perlindungan bagi pembantu rumah tangga di seluruh dunia dan konvensi baru tersebut akan menjadi landasan untuk menjamin pekerja rumah tangga mendapatkan kondisi kerja setara dengan yang diperoleh pekerja di sektor lain, tidak lama kemudian, berita Ibu Ruyati yang dihukum pancung oleh pengadilan Arab Saudi, menyebarluas di Indonesia, dan menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi bangsa ini.

Menurut berita-berita yang menyebar di Indonesia, tidak hanya Ibu Ruyati saja yang dikabarkan membunuh majikan/orang tua majukan, kita masih dijejali berita Ibu Darsem, yang dimaafkan oleh ahli waris setelah pemerintah membayar uang Rp. 4,5 milyar, dan Ibu Siti Zainab yang masih menunggu ahli warisnya berumur 17 tahun. Menurut informasi dari Kedubes RI untuk Arab Saudi, masih terdapat 26 orang lagi yang bermasalah, 23 orang masih dalam proses hukum, sementara kita bersyukur karena 3 orang TKI telah dimaafkan keluarga.

Berkaca dari hal tersebut diatas, tentunya kita mesti berpikir, ada apa dengan TKI kita ? kenapa perempuan Indonesia yang dikenal lembut, lemah gemulai bisa “membunuh” ?, sementara TKI kita yang bekerja di negara lain seperti Malaysia ada yang “terbunuh” secara mental dan disiksa, dan TKI kita yang bekerja di Hongkong, adem-adem saja, mungkin saja ada masalah, namun saat ini Hongkong merupakan “Surga” bagi TKI.

Terlepas dari benar atau tidak bahwa Ibu Ruyati dan Ibu Darsem “membunuh” majikannya, menurut Dr. Charles Raison, seorang psikiater dan direktur Mind/Body Institute di Universitas Emory, yang dikutip dari therewillbeposts, seseorang yang sudah memutuskan untuk membunuh seseorang lain, seorang pelaku sering tidak bisa mengingat hal tertentu dari saat penyerangan, bahkan mungkin mengalaminya seperti saat tidak sadarkan diri.

Ada faktor-faktor resiko yang jelas pada pembunuhan, yaitu tumor otak, serangan penyakit, alkohol dan kecanduan obat, dan psikosis yang berakar dari skizofrenia atau gangguan lainnya. Faktor resiko lain adalah sebuah kondisi yang disebut gangguan delusi atau khayalan yang menyebabkan orang percaya bahwa seseorang melawan mereka, orang dengan depresi psikotik dan skizofrenia juga bisa menyembangkan semacam khayalan.

Dari pemaparan ahli Psikologi tersebut, besar kemungkinan yang dialami oleh Ibu Ruyati dan Ibu Darsem adalah depresi berkepanjangan, karena peristiwa emosional yang dialaminya saat berada dilingkungan keluarga tempat mereka bekerja. dan sebagai wanita dua kali lebih mudah terkena depresi. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah mengapa mereka bisa mengalami depresi seperti itu lalu tega “membunuh”, sedangkan TKI yang bekerja di negara Malaysia sampai saat ini belum ada kasus membunuh majikannya ?

Membandingkan kejadian atau kasus antara TKI di Malaysia dengan Arab Saudi, memang tidak ada korelasi yang nyata, namun bila dilihat dari perspektif lain, dapat kita ambil benang merahnya. TKI yang bekerja di Arab Saudi berpotensi memiliki potensi depresi yang tinggi, karena jarak antara negara Indonesia dan Arab Saudi sangat jauh dibandingkan antara jarak Indonesia dan Malaysia, hubungan antara jarak sebuah Negara dengan depresi yang dialami TKI sampai saat ini belum ada penelitiannya, tetapi secara psikologis dapat kita rasakan bahwa semakin jauh seseorang dan sulit untuk pulang kerumah, semakin tinggi pula usaha untuk bertahan hidup.

Selain hal tersebut diatas, menurut saya, yang menjadi faktor munculnya depresi tersebut karena konotasi yang salah memandang seorang TKI, mungkin mereka beranggapan TKI yang bekerja dirumah mereka adalah budak, budak dalam artian orang yang bisa diperintah apa saja. Padahal kita mengetahui bahwa perbudakan yang pada zaman pra Islam, bukan suatu hal yang aneh di Arab, kemungkinan budaya itu masih melekat pada karakter orang arab.

Pejabat dan Poligami


Saat membaca berita tentang pernikahan keempat seorang Walikota yang menyunting gadis berumur 19 tahun, mengusik pikiran saya. Tidak dapat saya bayangkan, seorang gadis yang belia yang selayaknya menjadi anak pejabat tersebut, menjelma menjadi seorang istri dari orang yang sepantasnya menjadi orang tuanya, hubungan tersebut memang sah dan halal, tetapi menurut saya, pernikahan yang tidak lazim dimata masyarakat.

Kata-kata harta, tahta dan wanita, benar-benar dipertontonkan dan menjadi realita yang kasat mata, bukan lagi bilisan abstrak yang dipraktekkan oleh Raja-raja pada jaman dahulu yang konon katanya memiliki puluhan selir yang tinggal di istana mewah kerajaan.

Terus, kenapa berpoligami dengan menikahi gadis belia ?. Memang bila dilihat dari perspektif hukum Islam, Poligami memang dibolehkan tapi tidak dianjurkan, karena syarat untuk berpoligami sangat berat, menurut Ayatullah Husein Madzohiri dalam bukunya yang berjudul Akhlok dar Khoneh, mengklasifikasikan poligami sebagai berikut :

Pertama, poligami darurat, bahwa kondisi menuntut untuk berpoligami, sebagai contoh apabila istri sakit, sehingga tidak dapat menjalankan tugas-tugasnya sebagai istri dan dianjurkan supaya istrinya yang mencarikan istri keduanya yang sesuai dengan kondisi spritualnya.

Kedua, poligami dengan motif birahi, bahwa suami membayangkan istri kedua akan memberikan kenikmatan seks yang berbeda. Yang jelas, seorang yang bertumpu kepada hawa nafsu tidak cukup beristri satu.

Dalam sejarah dan realita yang ada saat ini, kemungkinan yang kedua inilah menjadi kebiasaan pejabat untuk berpoligami, semua ini adalah bukti bahwa manusia tidak pernah puas secara individu.

Antara seorang pejabat dan masyarakat biasa yang melakukan poligami, dipastikan terdapat perbedaan pandangan dan penilaian dari masyarakat. Pejabat sebagai publik figur dan seorang pemimpin, sudah seyogyanya memberikan contoh kepada masyarakat yang dipimpinnya.

Menurut saya, apapun alasan pejabat tersebut melakukan poligami, ditambahkan lagi menikahi gadis belia yang selisih umurnya cukup jauh adalah suatu pembenaran yang berlindung dibalik topeng agama untuk menutupi hasrat dan nafsu individunya.

Narsis Itu Kebutuhan ?


Siapa yang tidak kenal istilah Narsis ?, Narsis mungkin sudah dikenal sejak jaman bahulak sampai jaman sekarang. Arti dari istilah Narsisisme atau narsisme  adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi  oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa latin : Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga Narsis. (Wikipedia Bahasa Indonesia)

Istilah Narsis sangat populer dikalangan remaja yang sering digunakan sebagai bahasa gaul. Istilah ini menggambarkan rasa percaya diri (PD) yang berlebihan atau egosentrik dan istilah ini seringkali kita mendengarnya dari dialog di sinetron dan film serta tulisan pada buku bahkan disalah satu iklan provider di Indonesia, umumnya ungkapan narsis yang sering dilontarkan seseorang digunakan untuk mengejek  dan menjadi bahan lelucon kepada teman atau orang lain.

Sebenarnya setiap orang dipastikan memiliki penyakit ini, mungkin saja kadar yang dimiliki setiap orang berbeda satu sama lain. Ditinjau dari  sudut pandang Psikologi, Narsis merupakan gangguan  yang melibatkan pola pervasive dari grandiosities dalam fantasi atau perilaku; membutuhkan pujian dan kurang memiliki empati, gejala-gejala orang dalam keadaan narsis adalah,  melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul, memerlukan pujian yang berlebih saat melakukan sesuatu, memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu, selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan, selalu merasa iri dengan keberhasilan orang lain dan percaya orang lain juga iri padanya dan banyak gejala lain dari narsis.

Disini saya tidak memandang narsis dari perspektif ilmu psikologi, hanya menguraikan efek positif dari narsis dari gejala-gejala tersebut diatas. Tidak salah bila dipandang dari sudut pandang psikologi “Narsis” sudah dianggap suatu penyakit atau penyimpangan kepribadian, sehingga diperlukan pengobatan dari seorang psikolog.

Bila dipandang dari sudut pandang berbeda, narsis berperan dalam mengungkap kelebihan dalam diri kita sendiri, yang mungkin jarang dieksplorasi, untuk dapat mengetahui kelebihan dalam diri, diperlukan pengenalan bakat. Menurut seorang psikolog, “narsis” sangat berperan dalam dunia entertainer untuk menunjang prestasi, karena seorang entartainer membutuhkan perhatian yang ekstra dari masyarakat untuk menunjang karirnya di dunia hiburan. Selain itu, dalam dunia usaha, pengenalan diri sendiri diperlukan suatu branding, s, semakin terkenalnya seseorang, maka semakin mempermudah memasarkan sebuah produk.

Walaupun saat ini istilah “narsis” sudah dipakai oleh banyak orang, sebenarnya istilah ini telah bergesar dan bias dari arti yang sebenarnya dan hanya dipinjam oleh kaum remaja untuk menjadi kosakata gaul, serta untuk mempermudah penilaian terhadap seseorang, walaupun sebenarnya kelakukan orang yang membuat status “lebay” dijejaring sosial, mempunyai rasa percaya yang tinggi dan suka memotret diri dikeramaian serta meng-uploadnya ke blog dan situs jejaring sosial belum tentu narsis, dan itu hanya ingin eksis.

Ohya..dengan menulis ini bukan berarti saya pendukung kaum narsis. :):):)

« Older entries
Semua Info

semua informasi dunia maya ada disini, download program, skripsi, jurnal

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.