Pesona dan Mitos Candi Muaro Jambi


Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Buddha terluas di Indonesia, situs ini mempunyai luas 12 Kilometer persegi, panjang lebih dari 7 Kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang paling terawat di pulau Sumatera.

Pertama kali ditemukan oleh tentara Inggris bernama Letnan SC Crooke pada tahun 1823 M, ketika ditugasi memetakan Sungai Batanghari. Candi Muaro Jambi memilih 80-an candi, sembilan candi besar. Bentuknya sangat berbeda dengan candi umumnya di Pulau Jawa. Candi tak dibuat dari batu alam, tapi dari batu bata. Pada tiap bata merah, terdapat pahatan relief. Sebagian dari bata ini ada yang disimpan di museum.

Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penammpungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dari sekian banyaknya penemuan yang ada, Junus Satrio Atmodjo menyimpulkan daerah itu dulu banyak dihuni dan menjadi tempat bertemu berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Persia, Republik Rakyat Cina, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan “wajra” pada beberapa candi yang membentuk mandala.

Pada Tahun 2007, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) memilih kawasan Candi Muarojambi, sebagai tempat penyelenggaraan Hari Raya Waisak nasional 2551 BE. Ini merupakan peringatan Waisak pertama di luar Jawa untuk mengingat masa kejayaannya pada masa lampau. Saat ini telah dilakukan upaya untuk mewujudkan Sister Site antara Situs Candi Muaro Jambi dengan Situs di Nalanda India. Belum lama ini, DR Kenoy K Behl, perwakilan dari India mengunjungi langsung candi tersebut. Tujuannya tidak hanya upaya membina hubungan baik antara kedua situs (Candi Nelanda- India dan Candi Muaro Jambi-Indonesia), juga melakukan survey pembuatan film dokumenter.

Mitos Candi Muaro Jambi

Jika Candi-candi lain yang ada di Indonesia mempunyai suatu mitos, maka Candi Muaro Jambi juga mempunyai mitos tersendiri, mitos ini sangat berkembang dikalangan masyarakat. Salah satu mitos yang berkembang adalah mitos percintaan. Percaya atau tidak, jarang sekali pengunjung muda yang datang berpasangan, di  Candi ini dipercaya, apabila datang dengan kekasih atau pacar, maka hubungan tersebut akan segera kandas atau putus setelah berkunjung ke Candi ini, sebaliknya bila pengunjung yang datang  berpasangan tetapi hanya memiliki hubungan sebagai teman, maka kemungkinan besar akan “jadian” setelah berkunjungan ke Candi ini.

Mitos tersebut hanya berlaku untuk suatu hubungan yang belum terikat pernikahan. Saya sendiri sudah sering kali mengunjungi Candi ini, sewaktu berkunjung kesana, saya tidak pernah membawa pacar saya waktu itu, karena saya melihat sendiri sewaktu teman saya berkunjung ke Candi ini dan tidak mempercayai mitos tersebut, hubungan keduanya berakhir setelah mengunjungi Candi ini.

Berani Mencoba !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Semua Info

semua informasi dunia maya ada disini, download program, skripsi, jurnal

%d blogger menyukai ini: