Narsis Itu Kebutuhan ?


Siapa yang tidak kenal istilah Narsis ?, Narsis mungkin sudah dikenal sejak jaman bahulak sampai jaman sekarang. Arti dari istilah Narsisisme atau narsisme  adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi  oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa latin : Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga Narsis. (Wikipedia Bahasa Indonesia)

Istilah Narsis sangat populer dikalangan remaja yang sering digunakan sebagai bahasa gaul. Istilah ini menggambarkan rasa percaya diri (PD) yang berlebihan atau egosentrik dan istilah ini seringkali kita mendengarnya dari dialog di sinetron dan film serta tulisan pada buku bahkan disalah satu iklan provider di Indonesia, umumnya ungkapan narsis yang sering dilontarkan seseorang digunakan untuk mengejek  dan menjadi bahan lelucon kepada teman atau orang lain.

Sebenarnya setiap orang dipastikan memiliki penyakit ini, mungkin saja kadar yang dimiliki setiap orang berbeda satu sama lain. Ditinjau dari  sudut pandang Psikologi, Narsis merupakan gangguan  yang melibatkan pola pervasive dari grandiosities dalam fantasi atau perilaku; membutuhkan pujian dan kurang memiliki empati, gejala-gejala orang dalam keadaan narsis adalah,  melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul, memerlukan pujian yang berlebih saat melakukan sesuatu, memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu, selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan, selalu merasa iri dengan keberhasilan orang lain dan percaya orang lain juga iri padanya dan banyak gejala lain dari narsis.

Disini saya tidak memandang narsis dari perspektif ilmu psikologi, hanya menguraikan efek positif dari narsis dari gejala-gejala tersebut diatas. Tidak salah bila dipandang dari sudut pandang psikologi “Narsis” sudah dianggap suatu penyakit atau penyimpangan kepribadian, sehingga diperlukan pengobatan dari seorang psikolog.

Bila dipandang dari sudut pandang berbeda, narsis berperan dalam mengungkap kelebihan dalam diri kita sendiri, yang mungkin jarang dieksplorasi, untuk dapat mengetahui kelebihan dalam diri, diperlukan pengenalan bakat. Menurut seorang psikolog, “narsis” sangat berperan dalam dunia entertainer untuk menunjang prestasi, karena seorang entartainer membutuhkan perhatian yang ekstra dari masyarakat untuk menunjang karirnya di dunia hiburan. Selain itu, dalam dunia usaha, pengenalan diri sendiri diperlukan suatu branding, s, semakin terkenalnya seseorang, maka semakin mempermudah memasarkan sebuah produk.

Walaupun saat ini istilah “narsis” sudah dipakai oleh banyak orang, sebenarnya istilah ini telah bergesar dan bias dari arti yang sebenarnya dan hanya dipinjam oleh kaum remaja untuk menjadi kosakata gaul, serta untuk mempermudah penilaian terhadap seseorang, walaupun sebenarnya kelakukan orang yang membuat status “lebay” dijejaring sosial, mempunyai rasa percaya yang tinggi dan suka memotret diri dikeramaian serta meng-uploadnya ke blog dan situs jejaring sosial belum tentu narsis, dan itu hanya ingin eksis.

Ohya..dengan menulis ini bukan berarti saya pendukung kaum narsis. :):):)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Semua Info

semua informasi dunia maya ada disini, download program, skripsi, jurnal

%d blogger menyukai ini: