Pejabat dan Poligami


Saat membaca berita tentang pernikahan keempat seorang Walikota yang menyunting gadis berumur 19 tahun, mengusik pikiran saya. Tidak dapat saya bayangkan, seorang gadis yang belia yang selayaknya menjadi anak pejabat tersebut, menjelma menjadi seorang istri dari orang yang sepantasnya menjadi orang tuanya, hubungan tersebut memang sah dan halal, tetapi menurut saya, pernikahan yang tidak lazim dimata masyarakat.

Kata-kata harta, tahta dan wanita, benar-benar dipertontonkan dan menjadi realita yang kasat mata, bukan lagi bilisan abstrak yang dipraktekkan oleh Raja-raja pada jaman dahulu yang konon katanya memiliki puluhan selir yang tinggal di istana mewah kerajaan.

Terus, kenapa berpoligami dengan menikahi gadis belia ?. Memang bila dilihat dari perspektif hukum Islam, Poligami memang dibolehkan tapi tidak dianjurkan, karena syarat untuk berpoligami sangat berat, menurut Ayatullah Husein Madzohiri dalam bukunya yang berjudul Akhlok dar Khoneh, mengklasifikasikan poligami sebagai berikut :

Pertama, poligami darurat, bahwa kondisi menuntut untuk berpoligami, sebagai contoh apabila istri sakit, sehingga tidak dapat menjalankan tugas-tugasnya sebagai istri dan dianjurkan supaya istrinya yang mencarikan istri keduanya yang sesuai dengan kondisi spritualnya.

Kedua, poligami dengan motif birahi, bahwa suami membayangkan istri kedua akan memberikan kenikmatan seks yang berbeda. Yang jelas, seorang yang bertumpu kepada hawa nafsu tidak cukup beristri satu.

Dalam sejarah dan realita yang ada saat ini, kemungkinan yang kedua inilah menjadi kebiasaan pejabat untuk berpoligami, semua ini adalah bukti bahwa manusia tidak pernah puas secara individu.

Antara seorang pejabat dan masyarakat biasa yang melakukan poligami, dipastikan terdapat perbedaan pandangan dan penilaian dari masyarakat. Pejabat sebagai publik figur dan seorang pemimpin, sudah seyogyanya memberikan contoh kepada masyarakat yang dipimpinnya.

Menurut saya, apapun alasan pejabat tersebut melakukan poligami, ditambahkan lagi menikahi gadis belia yang selisih umurnya cukup jauh adalah suatu pembenaran yang berlindung dibalik topeng agama untuk menutupi hasrat dan nafsu individunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Semua Info

semua informasi dunia maya ada disini, download program, skripsi, jurnal

%d blogger menyukai ini: